Sebuah Kajian Al-Qur'an


بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang



Al-Hasyr:021

لَوْ أَنزَلْنَا هَذَا الْقُرْآنَ عَلَى جَبَلٍ لَّرَأَيْتَهُ خَاشِعاً مُّتَصَدِّعاً مِّنْ خَشْيَةِ اللَّهِ وَتِلْكَ الْأَمْثَالُ نَضْرِبُهَا لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُونَ

Kalau sekiranya Kami turunkan Al-Quraan ini kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan ketakutannya kepada Allah. Dan perumpamaan-perumpamaan itu Kami buat untuk manusia supaya mereka berfikir.

Had We sent down this Qur'an on a mountain, verily, thou wouldst have seen it humble itself and cleave asunder for fear of Allah. Such are the similitudes which We propound to men, that they may reflect.

Al-Hasyr:022

هُوَ اللَّهُ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ عَالِمُ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ هُوَ الرَّحْمَنُ الرَّحِيمُ

Dialah Allah Yang tiada Tuhan selain Dia, Yang Mengetahui yang ghaib dan yang nyata, Dia-lah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

Allah is He, than Whom there is no other god;- Who knows (all things) both secret and open; He, Most Gracious, Most Merciful.

Al-Hasyr:023

هُوَ اللَّهُ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْمَلِكُ الْقُدُّوسُ السَّلَامُ الْمُؤْمِنُ الْمُهَيْمِنُ الْعَزِيزُ الْجَبَّارُ الْمُتَكَبِّرُ سُبْحَانَ اللَّهِ عَمَّا يُشْرِكُونَ

Dialah Allah Yang tiada Tuhan selain Dia, Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Sejahtera, Yang Mengaruniakan Keamanan, Yang Maha Memelihara, Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuasa, Yang Memiliki segala Keagungan, Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan.

Allah is He, than Whom there is no other god;- the Sovereign, the Holy One, the Source of Peace (and Perfection), the Guardian of Faith, the Preserver of Safety, the Exalted in Might, the Irresistible, the Supreme: Glory to Allah! (High is He) above the partners they attribute to Him.

Al-Hasyr:024

هُوَ اللَّهُ الْخَالِقُ الْبَارِئُ الْمُصَوِّرُ لَهُ الْأَسْمَاء الْحُسْنَى يُسَبِّحُ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ

Dialah Allah Yang Menciptakan, Yang Mengadakan, Yang Membentuk Rupa, Yang Mempunyai Asmaaul Husna. Bertasbih kepadaNya apa yang di langit dan bumi. Dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

He is Allah, the Creator, the Evolver, the Bestower of Forms (or Colours). To Him belong the Most Beautiful Names: whatever is in the heavens and on earth, doth declare His Praises and Glory: and He is the Exalted in Might, the Wise.



At-Taubah:128

لَقَدْ جَاءكُمْ رَسُولٌ مِّنْ أَنفُسِكُمْ عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيصٌ عَلَيْكُم بِالْمُؤْمِنِينَ رَؤُوفٌ رَّحِيمٌ

Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin.

Now hath come unto you a Messenger from amongst yourselves: it grieves him that ye should perish: ardently anxious is he over you: to the Believers is he most kind and merciful.


At-Taubah:129

فَإِن تَوَلَّوْاْ فَقُلْ حَسْبِيَ اللّهُ لا إِلَـهَ إِلاَّ هُوَ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَهُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ

Jika mereka berpaling (dari keimanan), maka katakanlah: "Cukuplah Allah bagiku; tidak ada Tuhan selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakkal dan Dia adalah Tuhan yang memiliki `Arsy yang agung".

But if they turn away, Say: "Allah sufficeth me: there is no god but He: On Him is my trust,- He the Lord of the Throne (of Glory) Supreme!"

Diana Krall


Diana Krall was born in Nanaimo, British Columbia, Canada, on the 16th of November, 1964. Music was always playing in the Krall family household, making music an integral part of Diana's childhood since she was able to crawl.
She learned how to play the classical piano at the age of 4, and enjoyed playing the instrument along with her grandmother. She chose to take the jazz route in her teenage years, and played piano in a high school band. By the time she was 15, Diana was playing piano professionally, as a regular act in a hockey bar -- an appropriate venue for a Canadian.
In 1981, Diana attended the Berklee College of Music in Boston, thanks to having won a Vancouver Jazz Fest scholarship. After a year and a half of studying in the United States, Diana returned to her native British Columbia. Diana's career as a jazz musician would finally become a reality after famous American musicians Ray Brown and Jeff Hamilton witnessed one of Diana's performances in Nanaimo.
Finally, she relocated in New York in 1990, where she began working on her first album. Stepping Out was released in 1993 on Justin Time Records, and featured long time mentor Ray Brown, Jeff Hamilton, and John Clayton.
As if the critical acclaim and commercial success of Diana's previous albums weren't enough, her latest album, When I Look Into Your Eyes (released on Verve in 1999), has been hailed as her best piece of work to date. Nominated for Best Album of the Year at this year's Grammy Awards, When I Look Into Your Eyes has become the first jazz album to earn a Best Album Grammy nomination in more than 20 years. It didn't win for Best Album, but the singer/songwriter/pianist did win the Grammy for Best Jazz Vocal Performance (taken from AskMen.com)




Check out her official website here and listen to her songs.

Crisis of Identity



Light Is More Important Than The Lantern


Light is more important than the lantern,
The poem more important than the notebook,
And the kiss more important than the lips.
My letters to you
Are greater and more important than both of us.
The are the only documents
Where people will discover
Your beauty
And my madness.


Nizar Qabbani



June 21


It is the best of times, it is the age of wisdom, it is the epoch of beliefs, it is the spring of hope . . . We have everything before us, we are all going to Heaven.





Dealova



Aku ingin menjadi mimpi indah dalam tidurmu
Aku ingin menjadi sesuatu yang mungkin bisa kau rindu
Karena langkah merapuh tanpa dirimu
Oh karena hati tlah letih . . .

Aku ingin menjadi sesuatu yang slalu bisa kau sentuh
Aku ingin kau tau bahwa aku selalu memujamu
Tanpamu sepinya waktu merantai hati
Oh bayangmu seakan-akan . . .

Kau seperti nyanyian dalam hatiku yang memanggil rinduku padamu Ooo
Seperti udara yang kuhela kau selalu ada . . .

Hanya dirimu yang bisa membuatku tenang
Tanpa dirimu aku merasa hilang
dan sepi . . dan sepi . . .

Kau seperti nyanyian dalam hatiku yang memanggil rinduku padamu Ooo
Seperti udara yang kuhela kau selalu ada . . .
Selalu ada . . .

I want to be your sweet dream
I want to be something that you could longing for
Since my footstep will be weaken without you
Oh since my heart was too tired...
I want to be something that you could touch
I want you to know that I always adore you
Without you this quiet moment is chaining my heart
Oh senses of you is as though as...
You are the song in my heart that called my longing for you Ooo
You are the air that I breath
you always there for me ...

Only you that could make me feel tranquil
Without you I feel lost
And in silence... And in silence...

You are the song in my heart that called my longing for you Ooo
You are the air that I breath
you always there for me . . .
Always there . . .


Solitude

Dan kaupun terusir dari rumah
sebatas kata lembut namun tegas
sekuat hasrat diri dan kehormatan kaum
sebesar dosa yang tak berampun

Dan kaupun terusir dari rumah
sembilan belas tahun sudah,
mama gagal mendidikmu
pergilah, bawalah apa yang bukan dariku.
Tak lagi mama ingat telah melahirkanmu.


O demi cinta karena cinta
kaupun terusir dari rumah . . .

Mama maafkanlah adek,
adek sayang sama mama . . .
Tlah kau coreng muka mama
Siapakah laki-laki itu?
Jangan pernah kembali ke rumah ini

Oleh karena cinta
benih laki-laki kecintaannya
Oleh karena aib
dua minggu digugurkannya


Dan kaupun terusir dari rumah . . .
Duka dan lara tak mengusik senyum riangmu
Naluri kemudaanmu membuncah gejolak hati
Penuh rindu pada sang kekasih

Kasih, aku kini sebatang kara
Kutunggu engkau di tempat biasa
Darinya ku kan menapak jalan
yang tak pernah kulalui . . .



Perempuan Itu

Sepinya malam ini, membawa kenangan masa lalu

Menusuk kalbu merobek jantung

Biar kau tau luka di hati takkan sembuh

Biar kau pahami dalamnya sayatan di hatiku

Kenangan indah menambah lara

Senyumanmu mengiris tulang bagai sembilu

Apa gerangan membuatmu setega itu

Sungguh aku menyesali telah mencintaimu


Hanya untuk terinjak dan teraniaya

Sungguh kutangisi cintaku yang tak pernah pudar padamu . . .

Katakanlah, apa gerangan membuatmu sekejam itu padaku



Perempuan


Syahdan, konon katanya menurut tutur tinular petuah serta wejangan dari para Guru serta Alim Ulama, karakteristik sifat perempuan dari sudut pandang laki-laki (Timur?) dapat dibagi dalam 4 (empat) jenis perempuan. Tersebutlah perempuan Kunti, perempuan Japati, perempuan Pedati serta perempuan Sejati.

  • Perempuan Type Kunti, sebagaimana istri Pandudewanata dinisbahkan, adalah type perempuan yang jika suami meninggalkan rumah, maka dia akan kelayapan sendiri mencari laki-laki lain. Bagi yang mungkin kurang mengikuti kisah pewayangan, Kunti adalah ibu dari Pandawa Lima, yang kesemuanya berbeda ayah.
  • Perempuan Type Japati, layaknya si burung merpati (japati) yang terbang menghampiri waktu kita taburkan makanannya, perempuan jenis ini akan datang menghampiri setiap lelaki yang sanggup menghamburkan uang dan hartanya. Cantik, indah dan sedap dipandang mata, namun kesetiaan perempuan jenis ini hanya sebatas tebalnya kantong kaum lelaki. Jangan harapkan dia menemanimu di kala susah. Hana peng hana inong, nangadong hepeng nangadong biang.
  • Perempuan Type Pedati, waspadalah kaum lelaki dengan perempuan jenis ini. pecutnya akan bergetar melecut-lecut sekencang-kencangnya, bagaikan cambuk sais mengejar setoran setiap harinya. Lelaki bagi perempuan jenis ini hanyalah kuda beban yang harus bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan serta keinginannya. Selebihnya, si lelaki berbuat apapun diluaran bukan urusan baginya.
  • Perempuan Type Sejati, Wahai kaum Lelaki, beruntunglah kalian jika mendapatkan perempuan jenis ini. Susah senang selalu menemani, manis tutur bahasanya lagi sedap dipandang mata. Hmmm, tentu saja perempuan idaman seperti ini jadi dambaan setiap lelaki.


Catatan Kaki:
Tulisan ini tentu saja akan terdengar sangat male-chauvinist (hehehe) dan jadul banget, apalagi jika dibaca oleh kaum perempuan modern jaman sekarang. Jadi silakan saja , monggo, di-challenge keabsahannya. Hanya tadi saya katakan ini kan konon katanya, jadi boleh percaya boleh tidak, tergantung keyakinan kita masing-masing saja.

Yang Terpijak


Send Me a Leaf

Send me a leaf, but from a bush
That grows at least one half hour
Away from your house, then
You must go and will be strong, and I
Thank you for the pretty leaf.

Bertolt Brecht



Sampaikan padaku sepucuk daun

Sampaikan padaku sepucuk daun, dari sesemakan liar
tumbuhnya sejarak satu jam setengah
Dari rumahmu,

Lalu
Pergilah dan kuatkan dirimu,

Dan kusampaikan
terima kasih 'tuk daun yang indah . . .

saduran bebas dari Bertolt Brecht


"There are no whole truths; all truths are half-truths. It is trying to treat them as whole truths that play the devil" (Alfred North Whitehead).



Back from Hiatus . . .



After a moment (or months? hehehe ) of contemplation, lazyness, hibernation and . . . whatever; something strikes me hard.
Just as she said, "Wake up man!"

I hope this time I move the first step of a ten thousand miles journey . . . a road less traveled by. So help me God ;)



Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Earn Money With Your Website